Sebagaimana diketahui publik bahwa kebijakan Gubernur Anies dan Sandi menuai polemik dan kontroversi tiada akhir khususnya di Tanah Abang. Dari tingkat elit sampai sopir angkot ikut memprotes, tak digubris. Lama-lama, Anies akhirnya menyerah, programnya tak efektif.
RAKYAT SOSMED - Sebagaimana diketahui publik bahwa kebijakan Gubernur Anies dan Sandi menuai polemik dan kontroversi tiada akhir khususnya di Tanah Abang. Dari tingkat elit sampai sopir angkot ikut memprotes, tak digubris. Lama-lama, Anies akhirnya menyerah, programnya tak efektif.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpaling dan melanjutkan konsep penataan Tanah Abang yang sudah dilakukan Pak Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok bersama Jokowi. Baik untuk penataan jangka pendek dan jangka menengah serta jangka panjang.
Pada AKHIRNYA ANIES mengakui program JOKOWI AHOK jauh di atas program ABAL ABALNYA— Aprilia (@ApriliaLin) April 15, 2018
Anies MENYODORKAN program Ahok yang sangat VISIONER, MAJU dan SOLUTIF
ARTINYA Anies tidak punya program SAMA SEKALI selain menghadirkan RUSUH dan SEMRAWUThttps://t.co/NfZODn1K2R
Jadi program unggulan Ahok dan Jokowi itu akan eksis dan hadir di Tanah Abang. Sementara Anies hanya bisa plonga plongo dan melanjutkan program Ahok dan Jokowi. Porgram Jokowi Ahok hadir menenggelamkan serta membenamkan program ecek-eceknya.
Bagaimana ceritanya? Anies saat itu merespon pertanyaan Fraksi Partai Hanura dan Fraksi PDIP yang mengkritik pedas penataan kawasan Tanah Abang yang dilakukan oleh Anies dalam rapat Paripurna DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 3 April 2018.
Saat itu Fraksi Hanura, PDI Perjuangan dan NasDem DPRD DKI mencecar Pemprov DKI soal penataan Tanah Abang. Adalah Wakil Ketua Fraksi Hanura Syarifudin menyebut perlakuan nyeleneh Pemprov terhadap PKL bertentangan dengan visi Jakarta sebagai kota maju.
Mampus, dibilang nyeleneh artinya ngawur, sembrono, di luar kewajaran. "Adalah sebuah kebijakan yang bertentangan dengan visi kota maju dan berbudaya," kata Syarifudin. Benar Pak, makin mundur kotanya, karena Gubernurnya undur-undur.
Anies ditekuk dan kepepet, akhirnya keluar juga pengakuannya bahwa Pemprov dalam proyek jangka menengah Pemprov DKI akan meneruskan proyek Ahok. Gedung baru Blok G akan dibangun skybridge yang menghubungkan Blok G dan Blok F. Mantap, terima kasih Pak Ahok.
Nah, Anies akhirnya menyodorkan program Ahok yang sangat visioner, maju dan solutif. Artinya Anies nggak punya program sama sekali selain menghadirkan rusuh dan semrawutnya Tanah Abang. Anies benar-benar tak berdaya menghadapi cecaran dari fraksi di DPRD karena dirinya sangat tidak kompeten.
Setelah program Ahok, ada lagi program dari Pusat yaitu program Jokowi yang akan melengkapi program Ahok di Tanah Abang. Makjleb, benar-benar dua orang ini adalah sosok yang masih tidak bisa lepas dari pembangunan di Jakarta padahal posisinya bukan sebagai pemimpin Jakarta. Apa program Jokowi?
"Untuk tahap penataan jangka panjang, akan dibangun Kawasan Terminal Angkutan Umum Terpadu atau Transit Oriented Development (TOD)," imbuh Anies. Nah, lagi-lagi nggak ada dalam agenda dan program Anies-Sandi untuk penataan jangka panjang dengan program seperti itu. Pak Jokowi lagi-lagi menggebrak Tanah Abang dengan TOD. Terima kasih Pak Jokowi.
Adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang turut meresmikan pembangunan hunian berkonsep transit oriented development ( TOD Tanah Abang berbarengan dengan dua stasiun lainnya, Rabu (11/10/2017).
Hunian TOD ini bakal dibangun oleh 2 BUMN yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika dan PT PP (Persero) Tbk. Seluruh TOD ini berada di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dengan jumlah total investasi Rp 800 miliar.
"Untuk tahap pertama, investasi di Tanah Abang Rp 400 miliar dan Juanda Rp 300 miliar," ujar Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat , Rabu (11/10/2017). Di Tanah Abang, kata Taufik, sebanyak 2 menara apartemen akan dibangun di tanah seluas 4 hektare dengan total 1.100 unit. Dari total unit tersebut, 35 persen di antaranya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan.
Nah, lagi-lagi Pusat sudah mengantisipasi pembangunan di Tanah Abang. Pak Jokowi dan Menteri Basuki lagi-lagi turun dan menggarap penataan Tanah Abang ini karena menyadari sang pemimpin DKI tak punya konsep yang jelas.
Apa daya Gubernur Anies hanya bisa mencatut dan meneruskan program dari pendahulunya. Dirinya tak bisa menghadirkan disain penataan yang tepat dan bagus selain menyulap Tanah Abang menjadi tambah semrawut acak kadut.
Anggota DPRD sudah paham bahwa Anies tak bisa berbuat apa-apa makanya para anggota Dewan menghadirkan kritikan dan cercaan yang mempermalukan Gubernur di ahadapn Sidang DPRD. Tapi seperti biasa, Anies tebal muka dan tebal telinga.
Para anggota Dewan melihat, visi kota maju tak cocok dengan sikap Pemprov DKI yang membiarkan PKL mengokupasi trotoar dan jalanan di Jatibaru, Tanah Abang. Selain bertentangan dengan UU, juga tak cocok dengan karakter kota yang berbudaya.
Mereka juga melihat eksekutif yaitu Anies tak tegas dan cenderung loyo untuk menegakkan untuk menegakkan Perda dengan menertibkan semua PKL yang menempati jalan dan pedestrian di seluruh wilayah Jakarta. Itu yang disoroti oleh Pak Syarifudin.
Nah, realita itulah yang sedang terjadi di Jakarta dan membuat DPRD serta rakyat makin gerah. Kecuali kubu pendukung Gubernur, tapi pengamat Tata Kota juga mengkritik semua kebijakan Anies. Pada akhirnya Anies mengakui program Jokowi Ahok jauh di atas program abal-abalnya. Masih banyak program Ahok yang masih akan dilanjutkan oleh Anies dan publik yang waras sudah paham Anies hanya akan gunting pita atau kebagian meresmikan doang.
Sumber:
http://news.metrotvnews.com/metro/nN95ndjN-penataan-tanah-abang-anies-lanjutkan-konsep-gubernur-terdahulu
https://properti.kompas.com/read/2017/10/11/220000521/bangun-3-tod-stasiun-dua-bumn-investasi-rp-800-miliar.
Foto: Liputan6
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS