Partai Gerindra tak terhitung sudah berkali-kali menegaskan kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai capres untuk Pilpres 2019.Akan tetapi, sampai kini Ketua Umum Partai Gerindra itu belum juga dideklarasikan. Partai Gerindra tak terhitung sudah berkali-kali menegaskan kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai capres untuk Pilpres 2019.Akan tetapi, sampai kini Ketua Umum Partai Gerindra itu belum juga dideklarasikan.
RAKYAT SOSMED - Partai Gerindra tak terhitung sudah berkali-kali menegaskan kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai capres untuk Pilpres 2019.Akan tetapi, sampai kini Ketua Umum Partai Gerindra itu belum juga dideklarasikan.
Banyak pihak menilai, hal itu dikarenakan partai berlambang kepala burung garuda dan Prabowo itu tengah galau dan bimbang.
Di sisi lain, Jokowi sudah lebih dulu dideklarasikan dan sudah mengantongi dukungan dari lima partai politik.
Cawapres Prabowo Bukan Gatot Nurmantyo atau Anies Baswedan tapi Kader PKS!
Yakni PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem dan PPP. Selain itu, juga ada dua parpol non parlemen, PSI dan Perindo.
Deputy Director Intrans Endang Tirtana menilai, ketidakpastian pencalonan Prabowo oleh Gerindra membuka ruang manuver politik di tubuh koalisi oposisi.
Apalagi, dengan munculnya nama baru, yakni mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo sampai Cak Imin (Muhaimin Iskandar) yang membuat konfigurasi politik makin dinamis.
Pasalnya, kata Endang, Undang-undang Pemilu mensyaratkan jumlah 20 persen suara Parpol untuk bisa mengusung Capres dan Cawapres.
Rachmawati Sodorkan Rizal Ramli Jadi Cawapres Prabowo, Begini Reaksi Gerindra
Karena itu, dengan hanya berbekal suara 11,81 persen, Gerindra harusnya agak khawatir dengan munculnya nama-nama baru tersebut.
Sebab, Gerindra butuh paling sedikit 9 persen untuk bisa mencalonkan capres dan cawapres.
Semenara dengan hanya didukung oleh PKS yang hanya 7,59 persen atau hanya didukung oleh PAN dengan suara 7,59 persen, tentu masih kurang.
“Posisi Gerindra tidak sekuat Jokowi dengan PDIP yang mengantongi suara 18,95 persen,” kata Endang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/4/2018).
Doakan Prabowo Subianto jadi Presiden Biar Negara Tenang, Hayo Siapa Mau?
Karena itu, lanjut Endang, Gerindra bisa ditinggalkan setiap saat oleh partai-partai di sekitarnya.
Pasalnya, saat ini partai besutan Prabowo itu masih membutuhkan setidaknya 9 persen suara. Posisi itu, katanya, sama dengan posisi PKS, PAN, PKB dan Demokrat.
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS