Loading...

Tidak Bisa Dipungkiri, Saat Ini Mahfud MD Cawapres Ideal Jokowi

Masih teringat di benak saya, menjelang Pilihan Presiden (Pilpres) 2014. Dalam bursa Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar nama Mahfud MD sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi sosok Jokowi dalam Pilpres 2014.


RAKYAT SOSMED - Masih teringat di benak saya, menjelang Pilihan Presiden (Pilpres) 2014. Dalam bursa Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar nama Mahfud MD sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi sosok Jokowi dalam Pilpres 2014.

Mahfud MD bila ditinjau dari karier politik dan jabatan yang pernah diembannya ternyata cukup lengkap. Ia pernah menjadi anggota DPR, Menteri, dan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan sebelum diangkat sebagai Menteri , Ia adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Mahfud MD yang pernah menduduki tiga cabang kekuasaan seperti disebutkan dalam teori trias politica yang dicetuskan John Locke. Sebuah teori pemisahan kekuasaan (separation of power) antara cabang kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Padahal, Mahfud mengaku tak pernah bermimpi untuk menduduki jabatan-jabatan itu. Semua diraihnya mengalir bagaikan air.

Pada awalnya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Se-Jawa Timur berketetapan mengusung dan mendukung Calon Presiden Mahfud MD dan Calon Wakil Presiden Muhaimin Iskandar dalam Pemilihan Umum Presiden bulan Juni 2014.

Namun pada akhirnya, setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menawarkan nama-nama calon wakil presiden yang didukung oleh PKB kepada Joko Widodo. Meski demikian, PKB menyerahkan penentuan cawapres untuk Jokowi pada keputusan koalisi partai.

PKB menyatakan dukungan resmi terhadap Jokowi sekaligus koalisi bersama PDI Perjuangan yang mengusung Jokowi sebagai calon presiden.

Muhaimin mengatakan, dari internal PKB tetap akan menyodorkan nama-nama yang dianggap berkompeten untuk mendampingi Jokowi. Sebelum penyelenggaraan pemilu legislatif, PKB telah mengusung tiga bakal calon wakil presiden, yakni Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Rhoma Irama. Capres ini yang akan ditawarkan untuk menjadi cawapres untuk Jokowi.

"Di antara nama-nama tersebut masih muncul Rhoma Irama dan juga Mahfud MD yang menjadi tokoh kompeten untuk mendampingi Pak Jokowi," katanya.

Namun pada akhirnya Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi), resmi memilih Jusuf Kalla (JK) sebagai calon wakil presiden (cawapres), meski sebelumnya dikabarkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD berpeluang besar mendampingi Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Kegagalan PKB dalam mengusung Mahfud MD, membuat banyak pihak kecewa. Ada yang kecewa tetapi tetap memberikan dukungan terhadap Jokowi, tetapi ada juga yang kecewa lalu sakit hati kemudian menyeberang ke dalam kubu Prabowo.

Hal seperti ini tentunya menjadi sesuatu yang dinantikan oleh kubu Capres Prabowo Subianto, sehingga sangat wajar ketika beberapa orang yang merasa sakit hati beralih dukungan ke pihak Prabowo.

Prabowo sebelumnya, pernah mengungkapkan rencananya untuk menggandeng Mahfud MD untuk melengkapi barisan koalisinya di pilpres. Seperti yang diungkapkan dalam akhir sambutan politiknya di Rumah Polonia.

Kemudian secara mengejutkan mantan Ketua MK Mahfud MD mengambil langkah berseberangan dengan PKB dan mendukung Prabowo-Hatta. Ternyata Mahfud sempat galau sebelum memutuskan menerima tawaran jadi Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta.

Kala Mahfud galau, masukan dari para kyai terus berdatangan. Sejumlah kyai mendorong Mahfud menerima tawaran Prabowo, tapi tak sedikit yang menyarankan dia menjadi negarawan dan tidak mengambil peran itu.

Keputusan Mahfud MD, menjadi Ketua Tim Pemenangan Pilpres Prabowo-Hatta Radjasa dikritik oleh mantan Ketua PB Nahdatul Ulama (NU) Hasyim Muzadi.

Menurut Hasyim, seharusnya Mahfud tak perlu sakit hati karena namanya gagal diusung PKB menjadi cawapres Jokowi.

Memang isu yang berkembang saat itu mengatakan, bergabungnya Mahfud MD ke kubu Prabowo karena sakit hati kepada PKB.

Tanggapan pro kontra mengalir deras saat itu, ada yang menyambut gembira dan menunggu komando, ada yang mengecam keras soal bergabungnya Mahfud MD ke kubu Prabowo.

Tentang alasan sakit hati, hal ini kemudian dibantah oleh Direktur MMD Initiative Masduki Baidlowi mengatakan, ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan Mahfud menerima tawaran tersebut.Salah satunya, kata dia, karena adanya kesamaan platform dengan apa yang akan diperjuangkan pasangan Prabowo-Hatta.

"Dalam memperjuangkan sesuatu, harus ada kesamaan dalam platform visi misi yang diperjuangkan bersama. Kalau kami lihat, platform yang disampaikan Pak Prabowo dalam konteks ekonomi sangat bagus. Kemudian, ditawarkan bagaimana kalau bergabung? Kalau enggak ada tawaran, Pak Mahfud juga tidak akan mengajukan diri," kata Masduki saat dihubungi Kompas.com , Rabu (21/5/2014).

Mahfud MD sendiri mengaku kebanjiran pertanyaan, pernyataan, dukungan, sampai kritik tajam. Akhirnya Mahfud pun memilih meminta masukan para kyai-kyai sahabat dan gurunya.

"Saya pribadi memang pernah mengiyakan menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, tetapi saya perlu beberapa hari untuk menyatakan iya atau tidak sampai setelah saya mendapatkan masukan dari para kyai sesuai tradisi kepesantrenan yang saya taati," kata Mahfud.

Mahfud saat itu lantas melakukan safari mengunjugi para kyai yang selama ini menjadi guru dan penasihatnya. Isu dia didaulat jadi ketua tim Prabowo-Hatta menyeruak tanpa bisa ditutup-tutupi. Konon hasilnya sejumlah kyai mendorong Mahfud menerima tawaran Prabowo, tapi tak sedikit yang menyarankan dia menjadi negarawan dan tidak mengambil peran itu.

Setelah berlangsungnya Pilpres 2014 dengan hasil kekalahan Prabowo, berimbas pada pecahnya tim pemenangan Prabowo - Hatta. Hal ini karena adanya 2 kubu yang saling berseteru mengenai hasil Pilpres, antara kubu pendukung Prabowo yang menerima kekalahan dengan lapang dada dan kubu pendukung Prabowo yang tidak menerima kekalahannya dengan menolak hasil Pilpres.

Mahfud MD, yang tidak sependapat dengan sejumlah rekannya untuk menggugat hasil Pilpres 2014 secara resmi menyerahkan mandat sebagai ketua tim pemenangan kepada Prabowo. Artinya, Mahfud sudah bukan bagian dari tim Prabowo-Hatta.

Sebelum keluar, Mahfud sudah menyarankan tim Prabowo untuk menerima keputusan KPU dengan lapang dada dan tidak perlu membawa kasus sengketa Pilpres ke Mahkamah Konstitusi.

Sebagai mantan ketua MK, Mahfud meyakini langkah menggugat ke MK adalah sia-sia. “Selisih suaranya 8 juta lebih. Pengalaman saya di MK, tidak akan bisa menang kalau selisih suaranya sebesar itu,” kata guru besar hukum tata negara Universitas Islam Indonesia (UII) itu.

Mahfud yang mengaku pernah menangani 396 sengketa pemilu menyatakan data akurat menjadi kunci untuk menunjukkan adanya kecurangan. Tanpa data yang valid, Mahfud merasa integritasnya bakal jatuh. Mahfud mengaku memutuskan mundur dari tim kampanye karena pertimbangan data tersebut.

Sikap penolakan Mahfud MD Terlibat Sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), seakan menjadi bukti bahwa bergabungnya beliau ke kubu Prabowo bukan dilandasi oleh rasa sakit hati.

Kemudian selama masa pemerintahan Jokowi-JK, Mahfud MD lebih memilih berdiri sebagai pihak netral. Beliau tidak bergabung ke dalam kubu pendukung Jokowi maupun kubu pendukung Prabowo.

Setelah kegagalan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden Jokowi, kemudian kegagalannya dalam mengantar Prabowo sebagai pemenang pilpres 2014. Bahkan, setelah keputusan untuk bersikap netral, bukan meredupkan nama beliau tapi malah semakin mengangkat nama beliau.

Hal ini bukan tanpa sebab, walaupun Mahfud MD berdiri di pihak netral tetapi jiwa kenegarawanan beliau banyak dipuji oleh rakyat. Bahkan di kalangan pendukung Jokowi, Mahfud MD masih memiliki reputasi yang sangat baik. Bahkan, dengan sangat tegas Mahfud MD menolak Politik identitas yaitu politik yang menggunakan isu-isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan) karena merusak demokrasi.

Mahfud MD sangat mendukung agar pelaku kampanye hitam yang memakai isu SARA ditindak secara hukum.

"Ada hukumnya semua, SARA harus diantisipasi," kata Mahfud ditemui usai menghadiri pernikahan putri Mensesneg di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Jumat (29/12/2017).

Pernyataan Mahfud MD, bukan sekedar omong kosong belaka. Mahfud MD sangat mendukung langkah kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan ujaran kebencian yang diduga disebarkan sindikat Saracen. Apalagi konten yang disebarkan melecehkan seorang presiden.

"Betul, bagus itu (ditangkap). Menurut saya kalau bikin ujaran kebencian itu kan sangat meresahkan masyarakat dan selagi itu bukan rekayasa bagus," kata Mahfud MD usai menghadiri doa bersama untuk Palestina di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis 24 Agustus 2017 malam.

Ketika kepolisian membongkar kelompok penyebar berita bohong alias hoax bernama Muslim Cyber Army atau MCA. Kelompok yang mengatasnamakan agama Islam ini, ditangkap di tujuh tempat berbeda di Pulau Jawa, Sumatra, Bali dan Sulawesi.

Aksi penyebaran hoax yang dilakukan MCA, sangat membahayakan, sebab mereka tak hanya ingin mengadu domba umat Islam dengan umat dari agama atau kelompok lain. Tapi, juga memiliki misi ingin mengadu antara umat Islam dengan umat Islam.

Ancaman adu domba muslim dengan muslim ini, dilakukan MCA dengan mengandalkan isu penculikan ulama atau kiai. Untuk memuluskan aksi, MCA menggunakan kasus kriminal yang menimpa Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah di Cacellengka, KH. Umar Basri dan Komandan Brigadir Persatuan Islam (Persis), R Prawoto alias Ustaz Prawoto, sebagai senjata.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan bahwa setiap pembuat hoaks harus ditangkap karena perilakunya mengganggu ketentraman masyarakat.

"Kalau ada yang dengan sengaja membuat fitnah dan adu domba seperti banyak kiai dibunuh oleh orang gila sementara kenyataannya tidak, semua ditangkap saja," kata Mahfud, di Padang, sebagaimana dikutip Antara Kamis (1/3/2018) malam.

Meskipun, saat menyebarkan hoaks, pelaku memakai embel-embel muslim, tetap harus ditangkap, sebab menurut Mahfud, itu semua adalah politik. "Itu [pembuat hoaks] semuanya politik saya kira, jadi harus ditangkap," ujarnya lagi.

Mahfud MD adalah sosok seorang muslim yang paham agama, sangat toleran dan pemaaf, contohnya seperti pemberitaan yang dimuat di Tribunnews, Mahfud MD bahkan memilih menjaga jarak saat ramai aksi '212'.

" Sudah lama tak sepaham. Saat beliau kalah di Pilpres saya menolak keras saat diajak berperkara di MK karena saya tahu posisi hukumnya. Saat 212 saya jauh di luar arena, meski asyik menonton dari jauh. Saya manusia bebas, bicara dgn nurani dan logika sendiri. Jangan kacaukan NKRI dgn pesimisme ."

Ketika Peringatan Maulid Nabi sekaligus reuni 212 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). Reuni tersebut dipastikan juga akan banyak tokoh-tokoh oleh beberapa tokoh, nama Mahfud MD, bahkan turut pula disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang menghadiri reuni tersebut.

Namun, kabar itu langsung ditepis Mahfud melalui akun twitter miliknya. Sebab, ia bercuit dan memastikan tak akan menghadiri reuni 212 tersebut. Mahfud bahkan menyatakan, dirinya tidak pernah datang pada acara aksi bela Islam 212 tahun lalu, sehingga dia juga tidak akan mengikuti acara tersebut tahun ini.

“Saya takkan datang ke Reuni 212 krn saya tak pernah ber-‘uni’ di sana. Masak, akan ber-‘reuni’,” cuitnya, Jumat (1/12/2017).

Ketika pimpinan FPI Rizieq Shihab tersandung kasus dugaan penghinaan terhadap pancasila, Habib Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri, putri Sukarno, kepada Mabes Polri dengan tuduhan penghinaan kepada Pancasila. Mabes Polri lalu melimpahkan kasus itu kepada Polda Jabar pada November 2016.

Dasar pelaporan adalah video yang menayangkan ceramah Habib Rizieq di hadapan anggota FPI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011. Ia menyebut dalam naskah Pancasila rumusan Sukarno, sila Ketuhanan ada di pantat, sedangkan naskah Pancasila menurut Piagam Jakarta, sila Ketuhanan ada di kepala.

Mahfud MD menolak menjadi saksi ahli dalam kasus dugaan penghinaan terhadap pancasila tersebut. Mahfud mengatakan, dia mengetahui niat tim kuasa hukum sang Habib untuk memintanya dari media. Namun, Mahfud menegaskan, sejak berhenti dari Ketua MK, dia tak bersedia menjadi saksi ahli di pengadilan.

Dari berbagai peristiwa diatas, bisa diketahui pula bahwa Mahfud adalah sosok negarawan yang agamis dan tidak mau terjebak dalam isu SARA.

Seperti Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang mengembalikan barang gratifikasi atau pemberian ke lembaga antirasuah KPK, saat Mahfud menerima sejumlah jas dan jam tangan Rolex dari Taufiq Kiemas tak lama setelah dilantik menjadi Menteri Pertahanan pada akhir tahun 2000. Namun, akhirnya pemberian barang itu dlaporkan ke KPK setelah berlakunya ketentuan gratifikasi

Ketika menjabat sebagai Ketua MK, Mahfud bahkan menyatakan siap mundur dari jabatannya jika ada mafia perkara yang melibatkan hakim MK, apalagi bila dirinya tidak bisa mengantar pelaku ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti yang tertulis dalam buku biografi Mahfud MD. Buku yang ditulis seorang wartawan senior majalah Gatra , Rita Triana Budiarti yang memotret sisi-sisi menarik perjalanan hidup Mahfud. Proses pengerjaan buku yang konon menghabiskan waktu sekitar lima bulan. Buku setebal 614 halaman itu berasal dari hasil wawancara intensif dengan Mahfud MD, keluarga, dan sahabatnya. Sejumlah buku, risalah sidang dan setumpuk kliping berita tentang kiprah Mahfud juga dijadikan bahan oleh penulis.

Tak banyak tahu, Mahfud sebenarnya dalam perjalanan karier politiknya, Mahfud juga turut mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), tetapi pada kenyataannya Mahfud masuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dari sini bisa dinilai bahwa Mahfud MD bukan politikus kacangan atau karbitan, sebagai politikus senior sudah pasti bahwa beliau sedikit banyak tentunya memiliki pengikut yang loyal.

Para Loyalis Mahfud mungkin tidak hanya berasal dari kaum Nahdliyyin saja, bisa juga berasal dari ormas-ormas Islam lainnya, semisal Muhammadiyah.

Sehingga sangat pantas bila Mahfud MD dinilai bisa menutupi kekurangan Jokowi dalam mengatasi isu politik dan agama. Selain itu sebagai pakar hukum tata negara yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud dinilai bisa membantu Jokowi dalam isu hukum. Tak heran apabila Mahfud MD, selain masuk dalam bursa calon wakil Presiden Joko Widodo ternyata juga masuk dalam bursa cawapres-nya Prabowo Subianto .

Saya sendiri sependapat dengan Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, yang menyarankan agar calon wakil presiden pendamping Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 merupakan sosok negarawan.

"Cari orang yang punya potensi jadi negarawan bukan yang sekedar politisi," kata Buya Syafii Maarif di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (29/3/2018) malam.

Buya Syafii juga menekankan, perlunya sosok berintegritas yang memiliki kemampuan sejajar dengan Jokowi. Hal itu agar calon pendamping bisa melengkapi dan mengimbangi kinerja Jokowi jika terpilih nanti. Saya melihat sosok Mahfud MD adalah sosok yang sesuai dengan kriteria yang disarankan oleh Buya Syafii, sosok ideal yang akan menjadi Cawapres Jokowi, bagaimana dengan anda ?

#IndonesiaMaju

#CawapresJokowi

Sumber :

https://ekonomi.kompas.com/read/2014/05/10/2157004/PKB.Akan.Tawarkan.Rhoma.dan.Mahfud.sebagai.Cawapres.Jokowi

http://m.tribunnews.com/regional/2014/03/31/38-dpc-pkb-se-jatim-usulkan-capres-mahfud-md-dan-cawapres-muhaimin

https://m.detik.com/news/berita/d-2586138/gagal-jadi-cawapres-jokowi-mahfud-md-loncat-ke-prabowo

https://nasional.kompas.com/read/2014/05/21/0930049/Apa.Alasan.Mahfud.MD.Terima.Tawaran.Prabowo.

https://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/28/269596140/Mahfud-Kecewa-terhadap-Staf-PKS

https://m.detik.com/news/berita/d-2589901/kala-mahfud-galau-dilamar-jadi-ketua-tim-prabowo-hatta

https://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/22/269594787/Mahfud-MD-Menolak-Terlibat-Sengketa-Pilpres-di-MK

https://m.bernas.id/46143-terbongkar-sindikat-saracen-mahfud-md-ditangkap-secara-hukum-boleh-saja.html

http://jateng.tribunnews.com/2017/02/24/inilah-alasan-mahfud-md-tolak-jadi-saksi-ahli-kasus-penghinaan-pancasila-habib-rizieq

https://m.detik.com/news/berita/3910139/anggota-muslim-cyber-army-ungkap-jadwal-perang-mereka-di-medsos

http://m.tribunnews.com/nasional/2018/02/22/kpk-jokowi-selalu-serahkan-gratifikasi-ke-kpk-sejak-masih-jabat-wali-kota-solo

http://wow.tribunnews.com/2018/03/30/buya-syafii-berikan-saran-sosok-yang-cocok-dampingi-jokowi-di-pilpres-2019

https://www.viva.co.id/berita/nasional/1012531-terkuak-misi-mca-mau-adu-domba-umat-muslim-jawa-barat

http://wow.tribunnews.com/2018/03/17/jawaban-mahfud-md-saat-ditanya-kesediaannya-jika-dipinang-oleh-prabowo?page=all

http://jogja.tribunnews.com/2018/03/16/disebut-sebut-jadi-rebutan-jokowi-dan-prabowo-begini-jawaban-diplomatis-mahfud-md

https://tirto.id/soal-mca-mahfud-md-itu-semua-politik-jadi-harus-ditangkap-cFxk

https://m.winnetnews.com/post/tweet-nyelekit-mahfud-md-soal-reuni-212


  • [message]
    • [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Tidak Bisa Dipungkiri, Saat Ini Mahfud MD Cawapres Ideal Jokowi
Tidak Bisa Dipungkiri, Saat Ini Mahfud MD Cawapres Ideal Jokowi
Masih teringat di benak saya, menjelang Pilihan Presiden (Pilpres) 2014. Dalam bursa Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar nama Mahfud MD sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi sosok Jokowi dalam Pilpres 2014.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs8hSIW_fJIm91_SOD13kY8hyphenhyphendlayPdFaQYRfTUNBkkaLkMVE03k_nMJQfzElVOXWkPan0ySfnIazoeQCa4PBzaarExtTstD8Ay3mvinVn2Ar8tMWGe2ncJ95qytv7k8fTN6P2hg3z3K0/s640/%25C2%25A9suarasosmed-MAHFUD+MD.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs8hSIW_fJIm91_SOD13kY8hyphenhyphendlayPdFaQYRfTUNBkkaLkMVE03k_nMJQfzElVOXWkPan0ySfnIazoeQCa4PBzaarExtTstD8Ay3mvinVn2Ar8tMWGe2ncJ95qytv7k8fTN6P2hg3z3K0/s72-c/%25C2%25A9suarasosmed-MAHFUD+MD.jpg
RAKYAT SOSMED
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/04/tidak-bisa-dipungkiri-saat-ini-mahfud.html
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/04/tidak-bisa-dipungkiri-saat-ini-mahfud.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy