Di masa-masa pergerakan perlawanan terhadap Rezim Tiran Soeharto (1991-1995) ini, Amien Rais lebih memilih jadi tukang bawa map (asisten) nya BJ. Habibie daripada ikut bersama kami bergerak melawan Rezim Soeharto. Karena Amien Rais saat itu berkhayal jadi penguasa baru mendampingi Habibie kalau Soeharto yang sudah tua itu sudah pikun dan hendak menyerahkan kekuasaannya pada BJ. Habibie.
RAKYAT SOSMED - Saiful Huda Ems (SHE), seorang Advokat dan juga penulis dalam akun facebooknya membongkar jejak politik Amien Rais di masa lalu, berikut tulisannya:
FAKTA DI BALIK SEJARAH
Di masa-masa pergerakan perlawanan terhadap Rezim Tiran Soeharto (1991-1995) ini, Amien Rais lebih memilih jadi tukang bawa map (asisten) nya BJ. Habibie daripada ikut bersama kami bergerak melawan Rezim Soeharto. Karena Amien Rais saat itu berkhayal jadi penguasa baru mendampingi Habibie kalau Soeharto yang sudah tua itu sudah pikun dan hendak menyerahkan kekuasaannya pada BJ. Habibie.
Jejak Politik Saiful Huda dan Sri Bintang PamungkasPolitik Saiful Huda dan Sri Bintang Pamungkas
Baca: Surat Pedas Iyyas Subiakto Kepada Amien Rais
Namun sayang, khayalan Amien Rais tak menjadi kenyataan, gerakan perlawanan kami semakin menguat, membesar dan Amin tiba-tiba datang bak pahlawan yang mempelopori Gerakan Reformasi 1998. Dan sayang sekali pula, sahabat saya Sri Bintang pun karena cita-citanya yang ingin jadi presiden tak kesampaian, maka ia sekarang menjadi manusia rasis yang memalukan. Sekali lagi, sejarah harus diluruskan!. (SFA)
AMIN RAIS YANG SALAH KAPRAH
Dalam tausiyahnya di Gerakan Shalat Subuh Berjamaah beberapa waktu yang lalu di salah satu Masjid di Jakarta, Amin Rais lagi-lagi mengeluarkan statement politik yang salah kaprah, dia menyatakan,"orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu pasti setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya....Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di partai besar namanya Hizbullah, partai Allah, partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan".
Dimana salah kaprahnya pernyataan Amin Rais itu? Begini, pertama yang harus diketahui oleh Amin Rais itu, bahwa yang disebut Hizbullah (Partai Allah), itu bukanlah partai besar ataupun partai kecil. Hizbullah itu hanyalah perumpamaan bagi sekelompok orang yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan di jalan yang dikehendaki oleh Allah--yakni yang sesuai dengan petunjuk Allah dalam Al-Qur'an--dan bergabung dalam suatu kelompok yang terorganisir. Sedangkan lawan dari itu adalah Hizbusy Syaithan (Partai Setan). Jadi tidak ada itu hubungannya dengan partai besar dan kecil. Orang-orang yang berjuang di jalan Allah bisa melalui partai mana saja, asal partai tsb. benar-benar diyakini membawa manfaat bagi umat dan bangsa.
Kedua, dengan mengatakan,"orang-orang yang anti Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu pasti setan", adalah sebuah pernyataan yang serampangan, seolah-olah mereka yang tergabung dalam partai PDIP, GOLKAR, dll. selain PAN, PKS dan Gerindra itu bukan orang baik-baik tapi setan semua. Lha kalau begitu Amin Rais yang menerima uang Rp. 600.000.000,- dari Menteri Kesehatan dulu itu apa namanya? Lutfi Hasan Ishaq, Ahmad Sanusi dlsb. yang divonis penjara karena korupsi itu apa namanya? Bukankah kalian bertiga dari PAN, PKS dan GERINDRA yang merupakan partai-partai kecil? Bahkan terakhir Zumi Zola dari partai PAN juga tertangkap tangan oleh KPK dan sudah ditahan...
Dari kedua hal yang saya nyatakan di atas, menjadi jelaslah bahwa pernyataan Amin Rais itu salah kaprah, dan lagi-lagi saya harus katakan kembali, bahwa bagi kaum intelektual yang tidak sadar akan tanggung jawab moralnya kalau berorasi di depan massa itu memang paling enak sekali, bisa asal jebrat-jebret menghantam orang atau kelompok sana sini, tanpa ada sanggahan dari seorangpun disana. Nasehat saya, Pak Amin Rais itu sudah tua, usianya sudah hampir memasuki isya', alangkah lebih baiknya mulai banyak berdzikir di rumah dan menghindari pernyataan-pernyataan yang selalu salah kaprah dan menimbulkan bencana. Wallahu 'alam bishawab...(SHE).
Jakarta, 14 April 2018.
Saiful Huda Ems (SHE). Advokat dan Penulis serta pemerhati politik Indonesia.
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]



COMMENTS