Pemprov DKI Jakarta di bawah pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno belum memastikan rencana penjualan saham perusahaan bir, PT Delta Djakarta Tbk
RAKYAT SOSMED - Pemprov DKI Jakarta di bawah pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno belum memastikan rencana penjualan saham perusahaan bir, PT Delta Djakarta Tbk.
Sandiaga menyampaikan pihaknya masih melakukan kajian internal terkait kepemilikan saham di PT Delta Djakarta.
Ia tak memastikan apakah DKI benar-benar akan menjual saham.
Janjinya jual saham perusahaan bir PT Delta Jakarta Tbk.— #MerciArsène (@giewahyudi) April 27, 2018
Faktanya temennya sekarang diangkat jadi komisaris utama.
NTAB! 😂😂😂 pic.twitter.com/XorrvYbPej
"Apakah sesuai dengan visi misi kami yang dituangkan di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dan ini akan selesai dalam satu minggu ke depan," ujar Sandiaga, Rabu (25/4/2018).
Sandiaga akan mengumumkan keputusan terkait saham PT Delta Djakarta secepat mungkin.
Penyampaian publik hasil dari rapat usaha pemegang saham (RUPS) PT Delta Djakarta, Rabu (25/4/2018).
Penyampaian publik hasil dari rapat usaha pemegang saham (RUPS) PT Delta Djakarta, Rabu (25/4/2018).(KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)
Sandiaga mengatakan, komunikasi yang telah dijalin dengan PT Delta adalah langkah awal yang baik.
Baca juga: Kepala BPKD DKI Dicopot dari Komisaris Utama PT Delta Djakarta
"Alhamdulillah, satu lagi milestone sudah tercapai, yaitu komunikasi dengan mitra dan mitra sudah mengerti posisi kami seperti apa," katanya.
Pelepasan saham perusahaan bir tersebut merupakan janji Anies-Sandiaga saat berkampanye pada Pilkada DKI 2017.
PT Delta Djakarta Tbk memegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional.
Pemprov DKI sudah menanam saham di perusahaan itu sejak 1970.
Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Rabu siang, dividen dari kinerja 2017 sebesar Rp 208 miliar kepada pemegang saham.
Pemprov DKI memegang saham 26,25 persen di PT Delta Djakarta dan memperoleh dividen Rp 40 miliar.
Dividen yang tidak sedikit ini bisa jadi alasan DKI masih gamang melepas sahamnya.
Baca juga: Dividen Rp 37 Miliar dari PT Delta Dinilai Tak Signifikan Dibanding Total Pendapatan Pemprov DKI
Dibandingkan BUMD lainnya, PT Delta Djakarta memberi keuntungan yang baik bagi DKI. Nominalnya peringkat ketiga setelah Bank DKI yang menyumbang Rp 213 miliar pada 2017 dan PT Pembangunan Jaya Ancol dengan dividen Rp 68 miliar.
Direktur Pemasaran PT Delta Djakarta Ronny Titiheruw mengatakan, wacana pelepasan saham tidak dibahas dalam RUPST.
"Bisa kami pastikan sampai saat ini belum ada komunikasi formal antara Pemprov DKI dengan PT Delta," ujar Ronny.
Ronny tidak mau ambil pusing soal pelepasan saham ini.
Ia mengatakan, pihaknya bahkan tak mencari pembeli yang siap mengambil alih saham DKI.
"Kami, sih, basically tetap business as usual. Tetap fokus meluaskan pasar dan meningkatkan tumbuhnya bisnis kami," katanya.
Komisaris baru teman Sandiaga?
"Pak Michael juga menjabat komisaris di Bank DKI. Peraturan dari bank sentral tidak bisa menjabat di dua perusahaan," kata Ronny.
Posisi komisaris yang biasa diemban pejabat DKI, kini diberikan ke non-PNS.
Sarman dan Sandiaga memiliki hubungan baik.
Kompas.com mencatat ketika Sandiaga masih berkampanye pada Agustus 2016, Sarman mendampinginya ke Balai Kota DKI untuk bertemu Sekretaris Daerah Saefullah.
Selain Kadin, Sarman juga menjabat Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia, anggota Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta, Ketua Forum Sosial CSR DKI Jakarta, dan anggota Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia.
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS