Pagi ini saya baru saja menaikkan tensi sekaligus menguji kesabaran saya mendengarkan ceramah Felix Siauw di akun Youtubenya. Dia mengunggah sebuah video berjudul "Jangan Heran, Mereka Rombongan Sama" berdurasi sekitar 3,5 menit.
RAKYAT SOSMED - Pagi ini saya baru saja menaikkan tensi sekaligus menguji kesabaran saya mendengarkan ceramah Felix Siauw di akun Youtubenya. Dia mengunggah sebuah video berjudul "Jangan Heran, Mereka Rombongan Sama" berdurasi sekitar 3,5 menit.
Dalam description boxnya Ia menulis :
Jangan Heran, Mereka Rombongan Sama Jangan heran kalau ada yang membela mereka para penista agama dan turunannya, justru dengan itu Allah berikan kita kepastian, siapa mereka dan dimana posisinya Berkal-kali saya kita diperlihatkan, orangya memang itu-itu saja, jadi bila saling membela memang wajar, toh mereka satu ide, senasib sepenanggungan, cinta-bencinya sama Mereka berbagi narasi, mungkin juga berbagi nasi. Kepentingan mereka sama, agar Islam dan perangkatnya dihilangkan dari Indonesia, agar kedzaliman mereka leluasa Lihat mereka, sangat-sangat ngotot dan cepat mempolisikan ulama, mengkriminalisasi ustadz, menjelek-jelekkan syariat. Begitu yang kena kawan mereka, serentak membela Tandai saja wajahnya satu-persatu, bawa doa ke hadapan Allah agar mereka mau bertaubat, bila tidak juga ya tetap kita doakan semoga Allah sudahi penderitaan mereka di dunia Bagi kita, ini saat yang tepat untuk melihat di sekeliling kita, apakah selama ini kita salah pilih teman, atau jangan-jangan kita berada di lingkaran yang salah juga Ingat dalam surah Az-Zumar, mereka yang masuk surga itu berombong-rombongan, bergelombang-gelombang. Begitu penghuni neraka masuk berombong-rombongan pula Bisa jadi keimanan dan ketakwaan kita terhambat, sebab kita selama ini bergaul dengan mereka yang tak teguh pada Allah, tak lurus pada syariat, tak bervisi surga Kumpulnya orang berilmu menjadikan ilmu masing-masing dari mereka bertambah, sebagaimana bila berkumpul orang-orang bodoh, bertambah kebodohan masing-masing mereka Apalagi yang Allah tunjukkan? Coba, makin mereka kriminalisasi ulama, ummat makin cinta. Makin mereka larang aksi, ummat makin ramai aksi. Ummat justru semakin bijaksana Andai yang dihina adalah kita, kita senang hati memberikan berkali-kali maaf. Tapi bila yang dihina adalah agama, maka kita senang hati berkali-kali membela agama.
Intinya di video itu Felix ingin mengatakan bahwa dari peristiwa penistaan Al Maidah hingga puisi Konde semuanya dilakukan kelompok yang sama dengan narasi yang mirip dan ini menurut ramalan Felix masih akan terus berlanjut. Menurutnya ini adalah upaya menghilangkan Islam dari Nusantara. Dia berkata bahwa ada upaya sekulerisasi, memisahkan agama dan negara.
Baca juga 'Elite Gerindra Ogah Akui Jokowi Sebagai Tokoh Muslim Dunia, Orang Jahat Memang Bermacam Bentuknya' : https://seword.com/politik/elite-gerindra-ogah-akui-jokowi-sebagai-tokoh-muslim-dunia-orang-jahat-memang-bermacam-bentuknya-ryqFddL2G
Felix Siauw ini makin lama makin ajaib memang. Bayangkan, penduduk Indonesia itu 200 juta jiwa lebih dan mayoritas beragama Islam. Mungkin tidak semudah itu menghapus Islam dari Nusantara? Lho kalau niatnya begitu sudah ada garda terdepan seperti NU dan Muhammadiyah yang siap menghadang. Banser saya yakin akan siap pasang badan mencegah itu terjadi. Kok bisa-bisanya ada tudingan seperti itu ceritanya Felix dapat wangsit darimana? Kecuali kalau Islam itu jadi minoritas dan hidup dalam tekanan di negeri ini wajarlah jika ada ketakutan demikian.
Buat saya sungguh nggak nyambung logika Felix Siauw ini. Yang tidak disukai masyarakat adalah jika agama dijadikan alat politisasi. Contohnya ketika berpolitik mereka menjatuhkan orang karena alasan gender atau agama, tapi di waktu lain mereka juga mengusung calon dengan kondisi yang sama. Misalnya kali ini mereka harus mengalahkan calon pemimpin perempuan, maka keluarlah isu dalam Islam pemimpin harus laki-laki. Tapi di lain tempat partai ini akan mengusung calon pemimpin perempuan dan ketika itu mendadak prinsip ini tak lagi berlaku. Ini kan sudah aneh artinya tidak ada ketetapan sikap.
Atau contoh lainnya ketika berpolitik kemudian melupakan sisi kemanusiaan. Hanya karena beda pilihan lantas tidak mau emnsholatkan jenazah sesama Muslim lainnya. Lho apa selama ini nggak belajar bahwa di Islam itu ada konsep muamalah? Salah satu yang harus dilakukan dan disegerakan adalah bertakziah dan memakamkan kalau ada tetangga atau kerabat yang berpulang. Atau ketika mimbar khutbah digunakan menyebarkan kebencian dan hoax, ini juga jelas nggak benar. Itu khutbah harusnya mengajak manusia jadi lebih baik dan bertaqwa kenapa malah dijadikan arena orasi politik?
Di sisi lain soal toleransi. Kalian minta orang menoleransi pilihan hidup kalian dengan khilafah, gaya berpakaian, dan sebagainya. Tapi di sisi lain senang menuduh orang kafir, bersikap rasis, frontal dengan sikap berbeda, dan sebagainya. Lha jadi maunya apa?
Ngomong-ngomong nih Koh Felix, justru sekarang yang bilang kitab suci fiksi itu adalah bagian dari gerombolan yang sebelumnya selalu menuduh orang lain penistaan agama. Sebagai, kata fansnya, Ustad panutan kira-kira Koh Felix terima nggak nih kitab suci disebut seperti itu? Dan kenapa justru gerombolan yang berbeda yang mengeluarkan pernyataan demikian dan membela hal ini? Apakah ini juga bagian dari narasi yang Anda sebut sebagai mau menghilangkan Islam dari Nusantara?
Twips— Wahhabis Lokal (@ASapardan) April 20, 2018
Felix Siauw Play Victim lagi dengan ilusinya bahwa ada Kelompok yg gerakkan Islam keluar dari Negri ini
Justru yg ingin Negri ini Kacau dan Porak Poranda kamu Felix dg Provokasi dan Khilafahmu.
Selama ada NU, Muhammadiyah dan Banser kami tdk Takut! https://t.co/rQokbwy79v
Gabung sini lho sama NU dan Muhammadiyah.— Kalis Mardiasih (@mardiasih) April 19, 2018
Orang Islam 207 jt siapa berani menghapus? Panjenengan ini kurang srawung pengajian malam Jumat di kampung, apa tidak bersyukur mengamati geliat tabligh-tabligh di kota sih sebetulnya kok hobi menakuti orang? 😂😂😂😂 pic.twitter.com/5KXy1kTNjd
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]


COMMENTS