Namun, meski pesanan kaos sudah mulai berjalan selama sebulan, penjualan kaos masih terbilang lesu akibat maraknya penjualan kaos melalui internet. “Zamannya juga udah beda, pembeli pasti nyari yang gampang aja,” ungkapnya.
RAKYAT SOSMED - JAKARTA – Pemilihan Presiden (Pilpres) masih setahun lagi. Namun, akhir-akhir ini di media sosial mulai diramaikan dengan tanda pagar (tagar) ‘#2019GantiPresiden.
Gerakan yang bertujuan menghadirkan pemimpin baru tersebut pun merambah hingga ke dunia nyata. Salah satunya, melalui penjualan kaos bergambar #2019GantiPresiden.
Pantauan poskotanews.com di Pasar Senen, Jakarta Pusat, penjualan kaos tersebut sudah mulai berjalan sejak Maret lalu. “Sudah sekitar sebulan udah ada yang pesen,” kata Tito, pengusaha konveksi di blok 5 Pasar Senen.
Tito mulai berbisnis konveksi sejak tahun 2008 menjelang Pilpres 2009. Selain itu, ia juga menjual berbagai kaos secara eceran. “Per kaos saya jual 65 ribu untuk semua ukuran dan warna,” tandasnya.
Namun, meski pesanan kaos sudah mulai berjalan selama sebulan, penjualan kaos masih terbilang lesu akibat maraknya penjualan kaos melalui internet. “Zamannya juga udah beda, pembeli pasti nyari yang gampang aja,” ungkapnya.
Dengan berjualan kaos #2019GantiPresiden, Tito mengaku tidak berniat memecah belah masyarakat dengan pilihan politik yang berbeda. “Ini murni untuk cari nafkah saja, kalau ada kaos Jokowi juga saya jual kok, emang belum ada barangnya (kaos Jokowi),” tutupnya. (cw5/b)
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS