Penulis mencoba menelusuri profil si Mr. Kristianto yang akun Twitternya tiba-tiba raib akibat terciduk netizen. Jejak digitalnya menguak profesinya yang asli termasuk profesi sampingan. Ini santapan rendang pedas ala Seword.
RAKYAT SOSMED - Penulis mencoba menelusuri profil si Mr. Kristianto yang akun Twitternya tiba-tiba raib akibat terciduk netizen. Jejak digitalnya menguak profesinya yang asli termasuk profesi sampingan. Ini santapan rendang pedas ala Seword.
Jadi nama yang dipakai di medsos yaitu di akun Twitter adalah Kris@Kristwianto sedangkan nama aslinya adalah Kristianto. Nah, eng ing eng, dari beberapa link terkuak bahwa dirinya menjabat posisi penting sebagai anggota diplomat di KBRI Budapest, Hungaria.
Mr Kristianto dalam database di Ministry Of Foreign Affairs Of The Republic Of Hungary tercatat ‘rank’ sebagai atase atau ‘a ttaché’ di urusan ‘Administrative Affairs’. Sementara duta besarnya adalah H. E. Ms. Wening Esthyprobo FATANDARI dengan posisi sebagai ‘Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary’.
Ketika mengakses list namanya yang ada di Ministry Of Foreign Affairs Of The Republic Of Hungary, tercantum juga nama juga nama pasangannya. Tapi tidak etis dicantumkan di sini karena tidak berhubungan dengan aktifitas beliau, kasihan saja sama keluarganya.
Dari website Kemlu https://www.kemlu.go.id/budapest/id/tentang-perwakilan/pejabat-dan-staff.aspx, tercatat bahwa nama Kristianto juga tercantum dan secara spesifik jabatannya adalah sebagai pejabat komunikasi. Atasannya adalah H.E Wening Esthyprobo F., yang memiliki jabatan sebagai ‘Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh’.
Kembali ke Mr Kristianto, dirinya bukan sekedar staf biasa tapi menduduki jabatan strategis yaitu sebagai diplomat yang mengurusi komunikasi. Artinya diplomat itu turut mendukung atasannya sebagai duta besar yang bertugas dan dipercayakan Indonesia di Hungaria.
Dalam keputusan Presiden no 108 tahun 2003 pada pasal 4 disebutkan “Perwakilan Diplomatik mempunyai tugas pokok mewakili dan memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara, dan Pemerintah Republik Indonesia serta melindungi Warga Negara Indonesia.
Nah, mengacu kepada tugas pokok dari perwakilan diplomatik dari Keppres di atas, tugas para diplomat itu adalah mewakili dan memperjuangkan kepentingan Bangsa, Negara dan Pemerintah RI.
Kalau mau dilihat dan ditelusuri apa yang sudah dilakukan oleh Mr Kristianto ini jelas dirinya harus tunduk pada Keppres tersebut. Tapi nyatanya ngawur dan sembrono, dirinya malah tidak mewakili dan memperjuangkan kepentinghan bangsa.
Ini yang harus dikepret, haha. Memang Mr Kristianto itu sekilas ahli komunikasi, sudah sangat sesuai dengan posisi dan penempatannya. Tidak ada yang salah dengan posisinya. Tapi profesi sampingannya itu jadi oposisi dan penyinyir alias penyindir Presiden. Ini kualat minta dipecat si diplomat, haha.
Sayang beribu sayang, dirinya aktif berkomunikasi tapi yang dikomunikasikan di Twitter malah berisi pelecehan kepada Kepala Negara yang mengutusnya ke negara tempatnya bertugas. Bukan mempromosikan negara apalagi Pak Jokowi memakai jaket produk lokal, bukannya bangga tapi ngeledek nggak karuan.
Kalau dilihat jejak digitalnya, sangat tidak elegan, tidak elok seorang diplomat Indonesia berkali-kali menghina dan menyindir sang Presiden. Coba kalau dia menjadi diplomatnya Putin, sudah raib entah ke mana, haha.
Dengan postingan yang tidak hanya sekali, tapi berkali-kali menunjukkan niatan yang sangat buruk. Tak ada apresiasi atau dukungan ataupun penilaian yang positif kepada Pak Jokowi sebagai kepala negara yang sudha berupaya keras memajukan Indonesia sampai perlahan-lahan Indonesia makin diakui dunia internasional.
Silakan Anda boleh tak setuju dengan kebijakan Pak Jokowi tapi kalau sudah mewakili Pemerintahan RI, diutus oleh Presiden seharusnya profesional dan menjaga etika. Tak elok dan sangat tak pantas dirinya jadi diplomat, mending alih profesi jadi pedagang tomat di Kramat, haha.
Karena Mr Kristianto adalah diplomat bersama duta besar yang dikirim negara, dibiayai negara dan sepatutnya harus sejalan dengan apa yang menjadi haluan dan kebijakan negara. Negara Indonesia dipimpin oleh Presiden, nah dukunglah sesuai dengan jobdesk yang diberikan yaitu sebagai atase komunikasi.
Eh, malah Mr Kristianto jalan pikirannya ngawur dan merendahkan dirinya serta jabatannya. Cuitan yang tak pantas selalu muncul dan bukan cuma menyentil tapi menyindir dengan keras apalagi dengan memakai foto.
Apa dirinya berpikir sebagai diplomat memiliki kekebalan hukum atau kekebalan diplomatik? Itu tak akan berlaku lagi jika dirinya malah berbuat hal yang tidka patut bagi negara yang mengutus dan menempatkannya di sana.
Ketika Mr Kristianto akhirnya minta maaf dan menghapus akun Twitternya, itu belum akan menuntaskan masalah. Konsekuensi harus dia jalani. Namanya jadi heboh beserta postingannya terutama menjadi suatu pelajaran berharga.
Sebagai abdi negara, Kristianto hanyalah satu dari banyak warga negara RI yang dibiayai negara sebagai PNS tapi tidak tahu berterima kasih. Malah bersikap menentang NKRI dan terutama menyebar berita fitnah dan hoaks lewat sosial media serta postingan yang bernada provokasi dan memecah belah.
Ada yang berstatus dosen, guru, pejabat yang berposisi tinggi dan startegis, sudah hidup dari uang negara dan menghabiskan banyak sumber daya tapi sangat produktif nyinyiran serta sindirannya.
Kristianto cepat atau lambat pasti akan menerima konsekuensinya. Pemerintah harus menyikapi dengan serius tindakannya ini yang menuai protes dan kecaman yang pedas di internet.
Mudah-mudahan nggak model diplomat kayak Mr Kristianto di masa yang akan datang. Hanya pejabat-pejabat atau abdi negara masih ada saja yang eksis, hidup di negara RI tapi kelakuan dan sikapnya masih nggak tahu diri dan secara senyap atau frontal menyerang dan memecah belah NKRI. Pasti akan ada masanya dan waktunya juga untuk oknum-oknum seperti itu.
Salam rendang pedas ala Ronindo Sword
Link https://www.kemlu.go.id/budapest/id/tentang-perwakilan/pejabat-dan-staff.aspx
Sumber foto dari : https://twitter.com/SiBonekaAyu dan https://twitter.com/digembok
04. Kris Tianto asal Pekalongan, Alumini SMA 39 Jakarta Timur, Angkatan 1990.#DiplomatAsu pic.twitter.com/8paNynjogC— el diablo (@digembok) April 9, 2018
04. Kris Tianto asal Pekalongan, Alumini SMA 39 Jakarta Timur, Angkatan 1990.#DiplomatAsu pic.twitter.com/8paNynjogC— el diablo (@digembok) April 9, 2018
05. Kris Tianto mempunyai seorang isteri, bernama Carola Cempluk yang akrab dipanggil Mbak Ola. Dan dikaruniai 2 Orang Putera.#DiplomatAsu pic.twitter.com/LHENLmAMDj— el diablo (@digembok) April 9, 2018
07. Elo kepoin deh Facebooknya.— el diablo (@digembok) April 9, 2018
Barusan Habis Rename sama Nge-private
Kayaknya bentar lagi akun FB-nya di Tutup Juga#DiplomatAsuhttps://t.co/gC45SAWhUI
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS