Presiden Jokowi terus menerus diserang mengenai teken perpres TKA yang dirasa tidak memihak masyarakat Indonesia.
RAKYAT SOSMED - Presiden Jokowi terus menerus diserang mengenai teken perpres TKA yang dirasa tidak memihak masyarakat Indonesia.
Perpes TKA kemudian menjadi bahan politik yang terus menerus “digoreng”oleh sejumlah oposisi Jokowi. Tanpa ada data dan fakta yang mumpuni isu tersebut terus menerus digaungkan dalam media massa.
Menurut data yang ada TKA asal Cina hanya ada 24.000 orang di Indonesia, sedangka TKI yang ada di Hongkong sebanyak 160.000 orang. Mereka sama sekali tidak meneriakkan TKI seperti yang diributkan saat ini.
Berikut data yang disampaikan oleh menaker Hanif Dhakiri.
Woiii Amien Rais, Fahri Hamzah, Fadli Zon dan gerombolanmu— Wahhabis Lokal (@ASapardan) April 26, 2018
Kalo kritik Pemerintah pake data!
Kalo sukur Mangap jadinya cuma bikin Gaduh.
TKA asal Cina cuma 24.000 sedang TKI kita yg di Hongkong itu 160.000
Dan orang di Cina sana tdk ada yg teriakin TKI kita.
Ngehek Kalian! pic.twitter.com/spxcDeHY7M
Kita harus seimbang jika ingin menghakimi TKA yang ada di Indonesia, nyatanya TKI di luar negeri lebih banyak.
Provokasi yang dilakukan tanpa data yang jelas tidak akan menganggu kinerja pemerintah dan diharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu tersebut.
Kritik tanpa Data itu NYINYIR namanya. Menurut Data yang ada TKA asal Cina hanya ada 24.000 orang di Indonesia, sedangkan TKI yang ada di Hongkong sebanyak 160.000 orang. Mereka sama sekali tidak meneriakkan TKI seperti yg diributkan saat ini.https://t.co/MRiuxulNVI— Syarman Lawyer (@Syarman59) April 28, 2018
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS