Yang model gini nih yang bikin Indonesia nggak maju-maju. Dengan ilmu pas-pasan, mengikuti pendapat para politisi yang memang sengaja dibelokkan tentang utang Indonesia.
RAKYAT SOSMED - Yang model gini nih yang bikin Indonesia nggak maju-maju. Dengan ilmu pas-pasan, mengikuti pendapat para politisi yang memang sengaja dibelokkan tentang utang Indonesia. Saya bilang dibelokkan, karena Menteri Keuangan kita, Sri Mulyani sudah sering sekali menjelaskan bahwa posisi utang negara adalah aman, karena masih berada di jalur yang sesuai dengan Undang Undang, yaitu tidak boleh lebih dari 60 % dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dan saat ini posisi utang Indonesia tidak lebih dari 30 %. Malaysia itu sekitar 50 % dari PDB, Filipina sekitar 40 %, Singapura malah sangat besar sampai sekitar 112 % dari PDB. Apakah ada tanda-tanda kehancuran dan kebangkrutan dari ketiga negara tetangga tersebut? Bisa gitu Singapura bangkrut? Selama orang Indonesia masih banyak yang jalan-jalan ke Singapura sambil belanja, masih jauh lah Singapura dari kebangkrutan. Apalagi Indonesia.
Berkali-kali juga Menteri Sri Mulyani memaparkan bahwa ketakutan dan kebencian berlebihan atas utang negara itu ulahnya para oknum yang mau menjelekkan Presiden Jokowi. Saya kutip lagi, dilansir merdeka.com, Sri Mulyani menyebut bahwa ada pihak tertentu yang mencoba melakukan provokasi terhadap isu jumlah utang Indonesia. Pihak tersebut adalah orang yang sangat paham dengan keuangan negara, tetapi hanya melihat sebagian saja salah satunya tentang utang luar negeri Indonesia. "Dia (penyebar isu utang luar negeri Indonesia) tahu betul, rakyat ga tahu tentang itu. Dia sengaja. Dia tahu betul tentang APBN. Tapi dia hanya melihat utangnya saja. Tujuannya supaya Presiden Jokowi hanya dilihat jeleknya saja." Ditekan oleh Menteri Sri Mulyani bahwa, “Mengelola keuangan negara itu harus hati-hati. Prinsipnya dianggap baik dan hati-hati. Tidak ugal-ugalan atau ngawur. Kesehatan keuangan negara harus dengan prinsip sesuai undang-undang, untuk menyejahterakan rakyat. APBN itu instrumen. Utang itu instrumen bukan tujuan.
Rakyat Indonesia itu sudah cerdas sih. Karena sudah banyak akses untuk membaca, belajar, maupun membandingkan dengan data-data dari negara lain, Sehingga tidak gampang menerima begitu saja ocehan para politisi. Sudah pada tahu kalau politisi itu corongnya partai politik. Mereka mengatakan sesuatu berdasarkan apa yang akan membuat partai mereka lebih baik, walaupun dibelokin di sana sini. Tebak sendiri lah, politisi yang dari “partai Setan” apa dari “partai Allah”.
Sebelum ini saya juga sudah menulis tentang protes saya terhadap Amien Rais yang tidak pernah sekalipun menyinggung kemampuan negara ini membayar utangnya. Tahun ini pemerintah bayar utang sebesar Rp 400 triliun, sekitar 10 % dari total utang Indonesia. Bagus bukan?
Sudah sering kan mendengar ocehan wakil rakyat dari kubu seberang tentang utang? Terutama Fadli Zon lah ya. Sampai bilang pemimpin plonga plongo. Tapi, berapa anggaran yang diminta oleh DPR buat tahun 2019, Rp 7,7 triliun! Artinya, DPR tahu kalau Indonesia belum akan bangkrut seperti yang sering dikoar-koarkan. Kalau DPR itu khawatir bahwa Indonesia akan bangkrut gara-gara utang, mereka akan tahu diri dengan tidak meminta anggaran sama sekali, alias Rp 0, kayak DP rusunnya Anies – Sandiaga. Jumlah segitu dilkatakan wajar lho sama Fadli Zon.
Berapa sih APBN 2018? Rp 2.221 triliun. Siapa yang mengesahkan? Pemerintah dan DPR. Jadi yang ribut-ribut soal utang itu juga sama orangnya dengan yang mengesahkan APBN, terus ngapain ribut-ribut kalau dia juga ikut mengesahkan? Kalau dia takut Indonesia bangkrut gara-gara utang, kenapa enggak APBN segede itu dibayarkan saja semuanya buat lunasin utang, 2 tahun lunas deh, selesai! Kenapa enggak begitu coba? Karena dia akan dilempar highheels oleh Ibu Sri Mulyani dan bisa-bisa ditenggelamkan sama Ibu Susi. Poin saya adalah, orang yang berkoar-koar soal utang sebenarnya tahu sesehat apa ekonomi Indonesia, namun kalau ke rakyat bilangnya beda.
Kalau memang niatnya ada ya, ketika utang Indonesia berkurang pun, orang-orang ini juga serta merta akan mengabarkan kepada rakyat, karena itu adalah sebuah prestasi. Seperti sekarang ini, dilansir kompas.com, utang luar negeri Indonesia berkurang sekitar 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18 triliun. Hal ini dikarenakan pemerintah telah membayar utang yang jatuh tempo. Artinya pemerintah sudah mengelola keuangan dengan baik, tidak ada utang jatuh tempo yang tidak bisa dibayar. Sebuah prestasi yang layak mendapatkan apresiasi. Namun ya gitu, masih ada saja netizen yang memberi komentar jelek atas prestasi ini. Saya baca di kolom komentar di artikel kompas itu.
Tapi biarlah, yang menghina, yang mencela, yang nyinyir itu akan membuka boroknya sendiri. Karena rakyat sudah banyak yang paham kok tentang siasat politik demi memenangkan kontestasi di 2019. Kita mah teuteup Jokowi saja!
(Sekian)
**Silakan ikuti juga tulisan-tulisan terbaru lainnya
Ada Hadiahnya Lho, Melaporkan Kasus Korupsi Ke KPK, Berapa Ya?
Maksud Hati Mencela Jokowi, Padahal Dia Sendiri Yang Gagal Paham
Nggak Perlu Jokowi, Cukup Menteri Agama Yang Menyentil Amien Rais!
OMG! Kekacauan Lelang Mebel Rp 87 Miliar Dan MAGABUTnya KPK Anies – Sandiaga!
Jokowi Masuk 500 Tokoh Muslim Dunia, Politisi Gerindra Mencibir! Padahal Prabowo Juga Masuk, Ahay!
Sumber:
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/18/141000726/utang-luar-negeri-indonesia-menyusut-ini-sebabnya
https://www.ceicdata.com/en/indicator/government-debt--of-nominal-gdp
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3968635/pemerintah-bayar-utang-rp-400-triliun-tahun-ini
https://www.merdeka.com/uang/sri-mulyani-ada-pihak-provokasi-utang-ri-capai-rp-4000-t-tujuannya-jelekin-jokowi.html
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS