Loading...

MANTAB, Presiden Jokowi Sekali Skakmat, Yang Kena Banyak! Ahayy!

Berapa banyak sudah tudingan, kritikan, tuduhan, nyinyiran, sindiran, bahkan hoaks yang ditujukan kepada Presiden Jokowi? Buanyaakk! Bahkan sekarang pun menjelang Pilpres 2019, menyebut pemerintah sudah bukan dengan kata “pemerintah”, namun diganti dengan kata “rezim” yang biasanya konotasinya mengarah pada kediktatoran, kebengisan dan penjajahan.


RAKYAT SOSMED - Berapa banyak sudah tudingan, kritikan, tuduhan, nyinyiran, sindiran, bahkan hoaks yang ditujukan kepada Presiden Jokowi? Buanyaakk! Bahkan sekarang pun menjelang Pilpres 2019, menyebut pemerintah sudah bukan dengan kata “pemerintah”, namun diganti dengan kata “rezim” yang biasanya konotasinya mengarah pada kediktatoran, kebengisan dan penjajahan.

Penyebutan “rezim” ini kadang dibenturkan dengan umat Islam, seakan-akan pemerintahan Jokowi menindas umat Islam dengan semena-mena. Hedeeehh… Nggak lihat itu yang menipu jamaah umroh sampai ratusan milyar rupiah dan lebih dari 1 triliun rupiah itu siapa? Jokowi? Yang korupsi dari puluhan juta rupiah sampai miliaran rupiah itu siapa? Apakah pemerintah Jokowi pernah melarang orang beribadah, khususnya yang beragama Islam? Nah, yang tidak logis begini banyak. Dan secara langsung maupun tidak, dikompori oleh para tokoh masyarakat maupun politikus yang suka mengeluarkan pernyataan yang nadanya provokatif.

Contohnya: Indonesia disebut akan bubar pada 2030, pembagian sertifikat tanah katanya pengibulan, kebangkitan PKI katanya diberi angin, pemerintahan dan sistem negara katanya mau diganti dengan khilafah, dan yang baru saya baca kemarin, dilansir oleh cnnindonesia.com, pernyataan dari anggota penasehat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan kepada calon presiden yang mau berkomitmen menegakkan hukum Islam. "Probowo, ataupun siapapun capres, mereka mau enggak komitmen tegakkan hukum Islam?... Tapi persoalannya dia mau enggak menegakkan hukum Allah? Mustinya mau, kan, dia orang beriman. Kalau dia tidak mau saya tanda tanya," kata Eggi kepada media. Artinya kalau yang sekarang ini pemerintah Indonesia punya sistem hukum sendiri, dianggap bukan orang Islam dan tidak beriman begitu? Wow berasa Tuhan ya.

Nah, seperti biasa, Presiden Jokowi bukanlah sosok yang gampang terprovokasi, nggak gampang tersentil, nggak gampang naik darah. Modelnya itu pembalasan akan datang belakangan hehehe… Beliau pun bisa berkali-kali “menembak” balik di saat yang tepat, sehingga makjlebnya itu kerasa gitu lho.

Momennya kali ini adalah kemarin, ketika Presiden Jokowi memberikan kuliah umum dengan tema “Islam Nusantara dan Keutuhan NKRI Untuk Mewujudkan Indonesia Damai” di Universitas Islam Malang.

Seperti yang dilansir oleh wartaekonomi.co.id, Presiden Joko Widodo meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap banyaknya isu yang muncul, sebab itu sengaja dibuat agar bangsa ini menjadi pesimis, padahal bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Jokowi mengingatkan agar masyarakat tetap optimis pada kemampuan bangsa dalam menghadapi tantangan yang semakin besar (antaranews.com).

"Negara kita adalah negara besar sekali, tapi kita sering tidak menyadari hal itu, karena sejak awal berdiri bangsa ini adalah bangsa yang besar dan Berbhineka, dan ini adalah anugerah Allah SWT," kata Jokowi.

Lanjut Jokowi, bangsa Indonesia saat ini telah menjadi rujukan untuk belajar Kebhinekaan dan persatuan bagi bangsa lain. Sebab, kemampuan bangsa ini dalam berbhineka telah menjadi sumber inspirasi bagi bangsa lain, oleh karena itu perlu berbagi resep dengan negara lain dalam menjaga kerukunan. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki sebanyak 714 suku dan 1.100 bahasa lokal, hal ini sangat besar dibandingkan dengan bangsa lain, seperti Singapura atau Afganistan.

Meski demikian, Jokowi menyadari, semakin besar suatu bangsa akan semakin besar pula cobaan yang dihadapi, namun bangsa yang besar tidak boleh gentar dan pesimis menghadapi cobaan tersebut. "Berani menghadapi tantangan dan hambatan-hambatan. Semakin besar sebuah negara, semakin besar juga tantangan yang kita hadapi. Walaupun tantangannya berat, bangsa besar tidak boleh gentar dan pesimis. Ini penting sekali," kata Jokowi (mediaindonesia.com).

Salah satu tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini di antaranya adalah masih maraknya hoaks. Presiden pun mengingatkan agar kita tidak mengembangkan isu-isu yang bisa menyebabkan bangsa Indonesia menjadi pesimis. Menurutnya, jika isu-isu tersebut sudah termakan oleh masyarakat, maka akan muncul pesimisme. "Saya sendiri ditembak oleh isu PKI. Presiden Jokowi itu PKI. Saya lahir tahun 1961 bulan Juni, PKI dibubarkan tahun 1965, apa ada PKI balita? Logikanya tidak masuk, tapi ada yang percaya. Di medsos ada gambar saya waktu DN Aidit tahun 1955 pidato. Coba tahun 1955 saya disebut sudah mendampingi Aidit. Lahir saja belum sudah dampingi. Ini kan sudah kebangetan," kata Presiden Jokowi.

"Oleh karena itu, tidak boleh ada yang terprovokasi seperti isu Indonesia akan bubar, isu komunis, isu PKI, isu antek asing. Kita harus tahan uji dan tahan banting jangan sampai kita terhasut oleh isu-isu yang tidak jelas," ujarnya, menegaskan. "Kita harus tawakal tetapi harus tetap ikhtiar, bekerja keras, dan percaya diri untuk fokus pada usaha membangun bangsa kita. Fokus meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kita tidak boleh menyerah terhadap usaha-usaha lain yang mengancam persatuan kita. Inilah tugas generasi muda kita ke depan."

Presiden mengaku selalu tegaskan kepada bangsa lain ketika berkunjung ke luar negeri bahwa Indonesia adalah negara besar serta berpenduduk muslim terbesar yang menganut Islam yang berjalan beriringan dengan demokrasi. Hal ini karena beberapa negara muslim kini menghadapi kesulitan yang sama, sehingga banyak negara yang ingin belajar membentuk persatuan dan kebhinekaan seperti Indonesia. "Kebhinekaan yang ada pada bangsa ini selalu disertai tantangan. Tantangan untuk selalu menjaga komunikasi toleransi, persatuan dan kesatuan," demikian Presiden Joko Widodo.

Jebreettt! Kalau dalam pertandingan bola itu, isi kuliah umum dari Presiden Jokowi bagaikan serangan balik bertubi-tubi yang menghasilkan banyak gol. Semua yang pernah memberikan tudingan dan tuduhan dilibas. Yang kena bisa Prabowo, Amien Rais, atau pihak yang menyebut “rezim”, atau yang mau mengganti dasar negara dengan sistem khilafah, atau yang menyebar hoaks PKI, dan banyak lagi. Mantep dehh!

(Sekian)

Silakan ikuti juga tulisan-tulisan terbaru lainnya :

Rizieq Makin Jauh Dari Kubu Prabowo, Pecah Kongsi?

Ditemukan! Kata-Kata Anies Tidak Konsisten Terkait Penutupan Alexis! Ini Masalah Hukum Lho, Sebaiknya Jangan Plin Plan!

Sudah Berapa Km Jalan Tol Yang Dibuka Presiden Jokowi?

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180328062647-32-286430/alumni-212-dukung-prabowo-jika-terapkan-hukum-islam

http://www.mediaindonesia.com/read/detail/152138-jokowi-ingin-bangsa-indonesia-bermental-pemimpin

https://www.wartaekonomi.co.id/read175555/jokowi-jangan-mudah-percaya-isu.html

https://www.antaranews.com/berita/696946/presiden-minta-warga-tak-mudah-terprovokasi-isu

Credit foto : jatimnow.com


  • [message]
    • [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: MANTAB, Presiden Jokowi Sekali Skakmat, Yang Kena Banyak! Ahayy!
MANTAB, Presiden Jokowi Sekali Skakmat, Yang Kena Banyak! Ahayy!
Berapa banyak sudah tudingan, kritikan, tuduhan, nyinyiran, sindiran, bahkan hoaks yang ditujukan kepada Presiden Jokowi? Buanyaakk! Bahkan sekarang pun menjelang Pilpres 2019, menyebut pemerintah sudah bukan dengan kata “pemerintah”, namun diganti dengan kata “rezim” yang biasanya konotasinya mengarah pada kediktatoran, kebengisan dan penjajahan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha2I1vUBrAhVAFJ8_mgs-IlhFXiBjGICEvUDDCqsF9xsw7GdwUck6ii15JIgKfIQOpWqDSYVvVsuXPUlOmFOB3wHq0L71AUV09bkQCzEBommL6S7_i_qI4Odgk0-kM9rczWf1EvouiFKU/s640/JOKOWI.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha2I1vUBrAhVAFJ8_mgs-IlhFXiBjGICEvUDDCqsF9xsw7GdwUck6ii15JIgKfIQOpWqDSYVvVsuXPUlOmFOB3wHq0L71AUV09bkQCzEBommL6S7_i_qI4Odgk0-kM9rczWf1EvouiFKU/s72-c/JOKOWI.png
RAKYAT SOSMED
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/03/mantab-presiden-jokowi-sekali-skakmat.html
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/03/mantab-presiden-jokowi-sekali-skakmat.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy