Ternyata Professionalitas Dan Prestasi Dirut PD DHARMA JAYA Yang Ngak Kuat Kerja Bareng Kebijakan Pemprov DKI Sekarang Tidak Perlu Diragukan !!
RAKYAT SOSMED - Soal profesionalitas, Bu Marina tak perlu diajari atau dinasihati. Pak Anies sendiri yang justru harus banyak belajar dan berguru kepada profesionalitas Bu Marina. Gubernur Anies minggu lalu mengkritik balik Dirut PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati sembari memintanya untuk bersikap profesional. Sungguh amat memalukan ulah si Anies ini.
Dengan ketus dan nada nyinyir, Anies berkata, "Jadilah orang profesional, titik,” kata Anies, Jumat (16/3/2018) lalu. Alih-alih melakukan evaluasi kepada jajarannya karena Bu Marina sudah pengalaman menjabat sebagai Dirut, Anies malah tak memberi memberi solusi dan hanya main tuding.
Padahal Bu Marina diakui sebagai CEO Terbaik di BUMD DKI Jakarta oleh Sandi seperti dilansir Republika. Bukan tanpa alasan sebenarnya Sandi memuji Bu Marina dan sempat ingin mempertahankan posisinya. Tapi apa daya Wagub harus tunduk atas atasannya.
Penulis ingin memaparkan prestasi dan pencapaian sebagai bukti profesionalitas Bu Marina dalam menjalankan tugasnya sebagai Dirut BUMD Dharma Jaya, dengan sumber dari Kompas: Dirut Dharma Jaya Bicara soal Profesionalitas
Adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2015 melihat postensi Bu Marina dan memintanya agar perusahaan yang berdiri tahun 1985 itu menyumbang keuntungan bagi DKI.
Pertama, Bu Marina membereskan sistem kepegawaian dan sistem kerja di unit BUMD yang dipimpinnya agar lebih profesional. Tahun pertama menjabat adalah tahun tersulit baginya. Hal yang pertama dia bereskan terkait sistem kepegawaian. "
Jika di perusahaan swasta umumnya Marina membutuhkan waktu tiga bulan saja untuk lakukan pembenahan, di Dharma Jaya ia membutuhkan waktu dua kali lipat. Bu Marina melakukan pembenahan dan perombakan luar biasa. Bu Marina membina pekerja-pekerja lama, membuat skala gaji, dan peraturan perusahaan.
"Mereka itu terbiasa dulu tidak kerja profesional, tidak terbiasa bahwa usaha itu harus untung. Terbiasa ya udah, kalau udah ada anggaran ya dibuat anggaran. Tapi kan bisnis itu kan harus ada anggaran, kalau bisa efisien ya efisien gitu," kata dia. Akhinya pembenahannya menuai hasil di tahun berikutnya.
Kedua, Bu Marina juga melakukan inovasi produk, mengadopsi sistem yang kekinian dengan penjualan online. Sembari melakukan optimalisasi aset, restrukturisasi hutang, Bu Marina juga kreatif dengan melakukan berbagai inovasi yang kekinian.
Untuk memenuhi kebutuhan warga DKI Jakarta mendapatkan daging segar dengan cara mudah dan cepat, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, PD Dharma Jaya, membuka layanan penjualan daging segar secara on line melalui situs Website www.belidaging-dj.com.
Di Laman Pemprov DKI, Bu Marina menyatakan, PD Dharma Jaya telah melakukan layanan transaksi on line bagi warga yang ingin membeli daging segar, “ Selain melalui situs resmi PD Dharma Jaya warga juga dapat membeli lewat aplikasi Tokopedia, daging akan kami antar langsung sampai kerumah “ jelas Marina, Rabu (10/5/2017).
Ketiga, kinerja keuangan PD Dharma Jaya semakin membaik dan akhirnya mendulang keuntungan signifikan bagi DKI. Bu Marina mengatakan paling tidak di eranya dia bisa menyumbang keuntungan ke DKI, sebesar Rp 1 miliar. “Hasilnya berkat kerja keras dan komitmen dari karyawan, kinerja keuangan PD Dharma Jaya sudah bisa plus dan semakin hijau,” tuturnya.
Sekedar informasi tahun 2014 kinerja keuangan PD Dharma Jaya minus Rp 18 miliar, 2015 minus Rp 8 miliar, kemudian tahun 2016 baru untung Rp900 juta. Dengan berjalannya waktu kinerja keuangan PD Dharma jaya makin membaik.
Bu Marina mampu mengangkat BUMD ini dari merugi menjadi menyumbang dana bagi DKI. Saat pertama masuk ia diwarisi kas Dharma Jaya yang besarnya hanya Rp 2,4 miliar. Tahun 2016 adalah masa pembenahan dan pada 2017 barulah PD Dharma Jaya memiliki keuangan yang baik.
Keempat, kendati sering dipersulit untuk mendapat tambahan modal, Marina tetap bekerja profesional. Ini ujian besar yang harus dihadapi oleh Bu Marina. Pada November 2017, PD Dharma Jaya menjadi salah satu BUMD yang tidak diberikan penyertaan modal daerah (PMD) pada tahun 2018.
PMD yang awalnya diajukan PD Dharma Jaya adalah Rp 39 miliar. Namun atas arahan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, PD Dharma Jaya dan beberapa BUMD lainnya tidak diberikan PMD.
Alasannya, klise yaitu BUMD bisa mandiri tanpa terus menerus mendapatkan suntikan dana dari pemerintah. Alih-alih mandiri, PD Dharma Jaya malah tidak bisa membeli stok daging subsidi untuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Tapi Bu Marina tetap berjuang. Saat itu, Marina mengaku masih bisa menggunakan dana public service obligation (PSO) untuk membeli daging. Namun pada rapat banggar di Komisi C, pada 21 November 2017, Marina menumpahkan kekhawatirannya atas stok daging subsidi tanpa ada PMD.
Berbagai cara ia lakukan mulai dari menguras kas PD Dharma Jaya di bank hingga habis, meminta tolong Bank DKI agar meminjamkan modal ke supplier Dharma Jaya yang UMKM. Namun PSO maupun dana reimburse sejak bulan Desember tak juga cair.
Kerja Pemprov DKI yang jadi lelet itulah yang mendorong dia menyatakan mundur. Kontan Sandi dan bagian keuangan buru-buru memberitakan dana yang dibutuhkan itu sudah cair. Perjuangan Bu Marina tak pernah sia-sia. Ini menjadi jawaban bagi para 700 ribu pemegang Kartu Jakarta Pintar bersama keluarganya.
Profesionalitas Bu Marina sudah terbukti dan sayang Anies ingin menggeser Bu Marina dari posisinya. Tak mudah mencari pengganti sebaik Bu Marina. Bu Marina sudah meninggalkan warisan sistem kerja yang profesional yang di PD Dharma Jaya yang tak mungkin bisa dilakukan oleh duo pimpinan DKI ini.
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS