Adanya isu dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) yang akan menggelar konsolidasi pertemuan untuk menggulingkan Presiden Joko di Universitas Bung Karno (UBK) mendapat tanggapan keras dari Alumni kampus tersebut. Upaya ini dianggap merupakan salah satu cara bagi kelompok oposisi melakukan manuver dengan cara menggunakan kekuatan mahasiswa untuk menekan pemerintah.
RAKYAT SOSMED - Adanya isu dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) yang akan menggelar konsolidasi pertemuan untuk menggulingkan Presiden Joko di Universitas Bung Karno (UBK) mendapat tanggapan keras dari Alumni kampus tersebut. Upaya ini dianggap merupakan salah satu cara bagi kelompok oposisi melakukan manuver dengan cara menggunakan kekuatan mahasiswa untuk menekan pemerintah.
Salah satu alumni mahasiswa UBK, Muda Saleh menilai, apa yang dilakukan oleh aliansi tersebut semata merupakan cara menggunakan label kampus dimana seharusnya pertemuan tersebut tidak dilakukan.
“Mudah-mudahan isu ini tidak benar ya, namun jika ia, saya masih tidak percaya jika pertemuan tersebut tidak diketahui oleh pihak kampus, ini sangat kotor sementara mahasiswa kini terlihat bodoh. Dimana momen ini pasti memanfaatkan Rachmwati sebagai Waketum partai oposisi.
Sosok yang akrab disapa Sudjat ini menilai, apa yang dilakukan dan diinginkan oleh mahasiswa terkait upaya menggulingkan atau menggentikan Jokowi sebagai presiden tak pantas, karena tak memahami betul apa yang dilakukan pemerintah saat ini betul adanya sebagai upaya dan cara untuk mensejahterakan masyarakat.
“Mau bilang soal ekonomi, pertumbuhan ekonomi saat ini saya fikir masih dalam batas yang wajar, sementara kebijakan-kebijakan yang dinilai menutup kran demokrasi dari sisi yang mana?.” Ujarnya, di Jakarta, pada hari ini.
Mantan aktivis yang kini menjadi jurnalis ini mengemukanan pendapatnya tentang sejumlah poin-poin yang menjadi acuan para mahasiswa, yakni diantaranya penggunaan Istana Negara sebagai sarana mendulang relawan, serta adanya nilai tukar rupiah yang anjlok, serta sejumlah masalah lain yang belum terpecahkan.
“Kalian pikir menyelesaikan masalah gampang, gak kalian pikirkan masalah-masalah rezim sebelumnya, dimana banyak pejabat negara yang menjadi koruptor dan dinyatakan tersangka oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” sambungnya.
Ia juga meminta agar para mahasiswa UBK untuk tidak mengikuti pertemuan tersebut serta menyelenggarakan pertemuan di kampus tersebut. “Tidak saya perkenankan siapapun untuk melakukan upaya-upaya untuk menggulingkan pemerintahan saat ini, terlebih di kampus tempat saya menimba ilmu. Pihak kampus juga tolong jangan fasilitasi pertemuan mahasiswa dengan cara-cara seperti ini, saya paham betul bagaimana Rachmawati itu, dia kenal betu siapa saya, apalagi dia (Rachmawati-red) adalah waketum di salah satu partai yang saat ini sedang mengupayakan pemenangan pada partainya. Memanfaatkan unsur politik di kampus saja sudah salah, apalagi ada jika tau lalu didiamkan.” Tutupnya.
Sebagaimana diketahui, sejumlah mahasiswa akan berencana melakukan pertemuan di kamopus UBK untuk menuntut dan menghentikan pemerintahan Jokowi, adapun pertemuan akan digelar pada Senin (19/3/2018) besok. (Fel)
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS