Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi partai kedelapan yang mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Sebelum PDIP telah ada tujuh partai lain yang telah menyatakan dukungannya. NasDem menjadi partai pertama yang menyatakan dukungannya kepada mantan Wali Kota Solo itu.
RAKYAT SOSMED - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menjadi partai kedelapan yang mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Sebelum PDIP telah ada tujuh partai lain yang telah menyatakan dukungannya.
NasDem menjadi partai pertama yang menyatakan dukungannya kepada mantan Wali Kota Solo itu.
Dukungan itu disampaikan langsung Ketua Umum Surya Paloh saat deklarasi dukungan Ridwan Kamil menjadi kandidat Gubernur Jawa Barat, 19 Maret tahun lalu. Beberapa bulan kemudian, Paloh menegaskan dukungan tersebut.
Lihat juga: Megawati Gunakan Hak Prerogatif Usung Jokowi Capres 2019
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Partai NasDem dengan resmi mencalonkan kembali Presiden Joko Widodo," ujar Paloh saat pidato politik di pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) IV dan HUT ke-6 NasDem, November lalu.sambil disambut tepuk tangan meriah kader.
Surya Paloh menyatakan partainya akan total dan bertanggungjawab mendukung pemerintahan Jokowi.
Setelah NasDem, dukungan kepada Jokowi silih berganti dideklarasikan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Hanura, Perindo, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Di antara delapan partai pendukung Jokowi, hanya PKPI yang gagal lolos verifikasi partai politik peserta pemilu 2019. Namun PKPI tengah menggugat KPU atas keputusan tersebut.
Hal menarik adalah deklarasi yang dinyatakan oleh Perindo yang menyatakan dukungan kepada Joko Widodo dalam Pilpres 2019, Oktober tahun lalu.
Dukungan tersebut dinyatakan tak lama setelah ketua umumnya, Hary Tanoesoedibjo ditetapkan sebagai tersangka dugaan ancaman melalui media elektronik kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.
Sebagian kalangan kemudian mengaitkan dukungan tersebut dengan kasus yang menjerat Hary Tanoe. Namun, terlepas dari praduga itu, dukungan Hary Tanoe juga berarti penting mengingat sosoknya sebagai taipan media di Indonesia.
Jokowi sampai saat ini belum memiliki pendamping untuk mengisi posisi calon wakil presiden. Meski demikian, sejumlah nama telah mencuat ke permukaan antara lain Ketua Umum PPP Romarhumuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan. (wis)
Dalam Rakernas III hari ini @PDI_Perjuangan memutuskan pencalonan @jokowi menjadi calon Presiden utk tahun 2019-2024, Bismillah Menang dan mendapatkan dukungan seluruh rakyat Indonesia #Bant3ngPilihJokowi #T3tapJokowi pic.twitter.com/WI3gNYFpca— Pramono Anung (@pramonoanung) February 23, 2018
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS