Sing Waras Ojo Ngalah, Inilah Pentingnya Sekarang Ini Kenapa Saat Ini ‘Sing Waras Ojo Ngalah’?Istilah Sing Waras Ojo Ngalah jadi tema Rapat Kerja (Raker) II PAC Gerakan Pemuda Ansor Jenu, Tuban, Jawa Timur, Ahad (14/1). Istilah yang dicetuskan ulama karismatik asal Rembang, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus itu dipakai oleh panitia lantaran isu yang akan diangkat mengenai 'Melek Media'.
SUARASOSMED - Kenapa Saat Ini ‘Sing Waras Ojo Ngalah’?Istilah Sing Waras Ojo Ngalah jadi tema Rapat Kerja (Raker) II PAC Gerakan Pemuda Ansor Jenu, Tuban, Jawa Timur, Ahad (14/1). Istilah yang dicetuskan ulama karismatik asal Rembang, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus itu dipakai oleh panitia lantaran isu yang akan diangkat mengenai 'Melek Media'.
Istilah Sing Waras Ojo Ngalah (yang berakal sehat jangan mengalah) sendiri menjadi prinsip Gus Mus untuk melawan hoaks yang marak terjadi.
Selama ini istilah yang sering terdengar adalah sing waras ngalah atau yang akalnya sehat mengalah. Menurut Gus Mus istilah itu harus diganti agar yang tidak waras tidak terus merasa benar.
"Isu yang akan kita bedah dalam Raker ini dalam rangka merespon berita jaman now. Tujuannya mengarahkan kader Ansor untuk sadar media," ujar Sekretaris Ansor Jenu, Sholeh Asyhar, Sabtu (13/1).
Ditambahkan Asyhar, beberapa tahun terakhir NU dijadikan sasaran ‘tembak' oleh beberapa golongan yang kurang suka dengan keberadaan NU. Mereka membuat isu-isu yang bertujuan memecah belah NU.
"Sudah saatnya kader Ansor tampil sebagai pelaku media, bukan hanya penikmat media," tegasnya.
Raker yang digelar bersamaan dengan pengukuhan Satkoryon Banser itu dilangsungkan di Balai Desa Beji, Kecataman Jenu, Tuban. Selain memerangi hoaks, tujuan yang ingin dicapai setelah Raker agar kader mampu memasyarakatkan Ansor dan meng-Ansorkan masyarakat.
"Raker juga diharapkan bisa menanamkan rasa memiliki Ansor dan harus berani memperjuangkannya, termasuk memerangi hoaks," pungkasnya. (Mochamad Nur Rofiq/Fathoni)
Kenapa Saat Ini ‘Sing Waras Ojo Ngalah’?
Tuban, NU Online
Istilah Sing Waras Ojo Ngalah jadi tema Rapat Kerja (Raker) II PAC Gerakan Pemuda Ansor Jenu, Tuban, Jawa Timur, Ahad (14/1). Istilah yang dicetuskan ulama karismatik asal Rembang, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus itu dipakai oleh panitia lantaran isu yang akan diangkat mengenai 'Melek Media'.
Istilah Sing Waras Ojo Ngalah (yang berakal sehat jangan mengalah) sendiri menjadi prinsip Gus Mus untuk melawan hoaks yang marak terjadi.
Selama ini istilah yang sering terdengar adalah sing waras ngalah atau yang akalnya sehat mengalah. Menurut Gus Mus istilah itu harus diganti agar yang tidak waras tidak terus merasa benar.
"Isu yang akan kita bedah dalam Raker ini dalam rangka merespon berita jaman now. Tujuannya mengarahkan kader Ansor untuk sadar media," ujar Sekretaris Ansor Jenu, Sholeh Asyhar, Sabtu (13/1).
Ditambahkan Asyhar, beberapa tahun terakhir NU dijadikan sasaran ‘tembak' oleh beberapa golongan yang kurang suka dengan keberadaan NU. Mereka membuat isu-isu yang bertujuan memecah belah NU.
"Sudah saatnya kader Ansor tampil sebagai pelaku media, bukan hanya penikmat media," tegasnya.
Raker yang digelar bersamaan dengan pengukuhan Satkoryon Banser itu dilangsungkan di Balai Desa Beji, Kecataman Jenu, Tuban. Selain memerangi hoaks, tujuan yang ingin dicapai setelah Raker agar kader mampu memasyarakatkan Ansor dan meng-Ansorkan masyarakat.
"Raker juga diharapkan bisa menanamkan rasa memiliki Ansor dan harus berani memperjuangkannya, termasuk memerangi hoaks," pungkasnya. (Mochamad Nur Rofiq/Fathoni)
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ►http://www.nu.or.id/post/read/85227/kenapa-saat-ini-sing-waras-ojo-ngalah ► Kenapa Saat Ini ‘Sing Waras Ojo Ngalah’?► Sumber Berita]

COMMENTS