Sugik Nur Raharja (Gus Nur) yang sempat viral di media sosial karena menghina Ansor dan Banser, serta menyatakan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj adalah orang syiah akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf di hadapan ratusan kader Ansor Surabaya.
![]() |
| Gus Nur |
SUARASOSMED - Sugik Nur Raharja (Gus Nur) yang sempat viral di media sosial karena menghina Ansor dan Banser, serta menyatakan bahwa Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj adalah orang syiah akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf di hadapan ratusan kader Ansor Surabaya.
Pernyataan maaf tersebut dilontarkan ketika GPAnsor Surabaya mengajak tabayun terkait video Gus Nur yang kurang sopan di media sosial.Dalam tabayun tersebut, mengaku bahwa video di media sosial benar adalah dirinya dan tidak ada rekayasa.
Dalam video tersebut Gus Nur mengungkapkan kekecewaannya karena pengajian ustad Felix di Bangil Pasuruan dibubarkan Banser. Di video tersebut Gus Nur mengaku kedekatan dengan ustad Felix sehingga melontarkan kata kurang sopan yang ditujukan ke Ansor dan Banser
“Saya buat video itu secara spontan, saya rekam sendiri,” katanya Gus Nur, di kantor PCNU Surabaya, Selasa (23/1/2018).
Tak hanya itu, Gus Nur juga mengunggah video di media sosial yang menyebut bahwa Ketua PBNU KH Said Aqil Siraj adalah orang syiah. Gus Nur mengaku bahwa pernyataan itu sebagai bentuk kekecewaannya terhadap Said Aqil karena mengangung-agungkan Syaidina Ali.
“Dari sinilah saya mengkritik NU. Karena dipikiran saya beliau (Said Aqil Siraj) syiah.Apalagi ada video Banser joget sampai celananya ‘melorot’ (turun). Ini tidak pantas karena bisa mencemari kesucian NU,” kata pria yang pernah terkenal ceramah di dalam kubur tersebut.
Dalam tabayun tersebut, Gus Nur menegaskan meminta maaf dan tidak akan mengulangi membuat pernyataan yang menghina NU,dan kiai sepuh. Gus Nur berjanji akan memperbaiki diri karena berpandangan tidak bisa merubah orang lain kalau dirinya sendiri tidak dirubah dulu.
"Intinya kami sudah baik, ojo diplintir-plintir maneh. Saya akan memperbaiki diri saya sendiri sebab kita tak bisa merubah orang lain kalau tidak dari kita sendiri. Wis anggepen aku sing salah, aku tak berubah. wis ojo diplintir-plitir lho yoh," terang Sugik.
Sementara itu Ketua PC GP Ansor Kota Surabaya, HM Farid Afif menegaskan bahwa forum tabayyun ini adalah silaturrahim sekaligus ingin mengerti arah berfikir ustad Sugik. “Kita ingin dengarkan klarifikasi beliau terkait video-videonya yang diunggah di youtube dan media sosial terkait menghina-hina NU, Ansor dan Banser dan lain sebagainya,” katanya.
Afif mengaku dalam tabayun ini yang sudah dilakukannya adalah saling minta maaf kalau memang mempunyai salah, baik Ansor maupun Banser Surabaya. “Gus Nur sendiri juga minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan-perbuatan yang memang kasar, jorok dan kata-kata tak patut,” paparnya.
Afif berharap agar kedepan Gus Nur tak mengulanginya lagi, meskipun dalam forum tabayyun ini tidak ada titik temu yang jelas karena pembahasan terlalu melebar dan tidak bisa fokus terhadap persoalan di Kota Surabaya.
Untuk menghindari situasi yang makin memanas karena tidak ada titik temu dan terlalu melebar ke persoalan Semarang hingga Pasuruan, terpaksa akhirnya Ansor mengakhiri tabayyun ini. "Kami berharap jangan lagi ada hujatan dan fitnah, serta mengedepankan dakwah yang santun dan lembut sebagaimana tengah-tengah Alqur'an yang dicetak tebal yaitu ayat Walyatalatthof yang artinya melembutkan," pungkas Afif. []
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli Hina Ansor dan Banser, Gus Nur Akui Pernyataannya Salah► Sumber Berita]

COMMENTS