Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali lontarkan kritik kinerja KPK. Fahri menilai KPK serabutan dalam menyidik kasus korupsi e-KTP."Saya tahu dari asal usul (kasus e-KTP) ini bahwa cara KPK menangani kasus e-KTP ini adalah serabutan dan penuh dengan beban untuk mengamankan satu kelompok dan menjebloskan kelompok lainnya. Dari awal frame worknya itu udah salah," kata Fahri, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/1).
SUARASOSMED - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali lontarkan kritik kinerja KPK. Fahri menilai KPK serabutan dalam menyidik kasus korupsi e-KTP."Saya tahu dari asal usul (kasus e-KTP) ini bahwa cara KPK menangani kasus e-KTP ini adalah serabutan dan penuh dengan beban untuk mengamankan satu kelompok dan menjebloskan kelompok lainnya. Dari awal frame worknya itu udah salah," kata Fahri, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/1).
Pernyataan Fahri tersebut dalam rangka menanggapi nama presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disebut-sebut oleh mantan Wakil Ketua Banggar DPR Mirwan Amir telah mengintervensi dan 'mengatur' proyek e-KTP dari Cikeas, yang merugikan keuangan negara triliunan rupiah tersebut.
Fahri mempertanyakan penanganan kasus e-KTP. Sebab ada sekolompok orang yang disembunyikan untuk membuka kelompok yang lain.
"Bahkan (e-KTP) sebesar Rp 2,3T oleh DPR. Maka saya curiga sejak awal (kasus korupsi e-KTP) ini pasti ada upaya untuk menyembunyikan peran satu kelompok dan membuka peran satu kelompok lain," ujarnya.
Menurut Fahri, keterangan Mirwan Amir didalam persidangan perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto pada Kamis kemarin, menunjukan bahwa sesuatu yang disembunyikan oleh KPK pada akhirnya terungkap terkait adanya 'keterlibatan' SBY.
"Saya mengerti anatomi yang lebih jelas sekarang ini sudah terungkap kan, dan yang mengungkap itu istilahnya orang yang sebelumnya adalah anggota DPR yang menjadi temennya Nazaruddin juga," ucapnya.
Artinya, kata dia, apa yang dicurigai pada saat itu, bahwa KPK sebenarnya menyembunyikan sesuatu dalam kasus korupsi proyek e-KTP, semakin kentara. "Saya yakin betul kalau nanti pihak-pihak ini (partai penguasa 2009-2014) sudah dipanggil KPK, maka semuanya akan menjadi terang benderang.
"Terutama saya minta agar Agus Rahardjo dan Gamawan Fauzi untuk dikonfrontir di ruang sidang. Menurut saya itu akan membuka banyak hal. Berani ngga pengadilan meminta itu ya," ujar dia sambil bertanya.
Diketahui, mantan Wakil Ketua Banggar DPR dari fraksi partai Demokrat periode 2009-2014 itu menyebut bahwa proyek e-KTP memang menjadi program pemerintah yang saat itu dipimpin oleh SBY. []
Beliau juga tau banyak yg disembunyikan KPK tapi beliau takut kehilangan KPK...😃😃😃 kalau betul pernah mewawancara gamawan, kenapa KPK tidak memeriksa Agus Raharjo? Mana ada tender nakal lolos di bawah pantauan LKPP yg dipimpin Agus? https://t.co/Mt2CC8Fa0C— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) January 26, 2018
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli Nama SBY Disebut, Fahri Tantang KPK Buka Kelompok yang Terlibat Kasus e-KTP ► Sumber Berita]

COMMENTS